• Admin

    Diunggah pada 29 March 2023

5 EFEK NEGATIF LIMBAH PERUSAHAAN TERHADAP KESEHATAN MANUSIA

Limbah perusahaan merupakan salah satu masalah yang cukup serius bagi keberlangsungan lingkungan. Limbah

yang dihasilkan oleh perusahaan dapat mengandung zat-zat kimia yang beracun, sehingga dapat merusak lingkungan

jika tidak dikelola dengan baik. Limbah perusahaan juga dapat mengurangi kualitas air dan dapat menyebabkan

polusi udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia.


Jenis Limbah Perusahaan

Sejalan dengan kegiatan Perusahaan yang semakin berkembang, hasil limbah yang dihasilkan kini juga semakin

beragam. Jenis limbah industri terbagi menjadi empat kelompok, yaitu limbah cair, limbah padat, limbah gas, dan

limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).


Berikut adalah penjelasannya.


1. Limbah Cair

Sesuai dengan namanya, limbah cair merupakan limbah dengan wujud cair yang dihasilkan oleh kegiatan produksi

dalam suatu industri. Limbah ini biasanya dibuang di selokan, sungai, atau bahkan laut. Limbah cair memiliki

berbagai kandungan berbeda, tergantung dengan produksi industri yang dilakukan. Terdapat limbah industri cair

yang dapat dengan mudah dan cepat dinetralisir serta terdapat limbah industri cair dengan kandungan berbahaya.

Pembuangan limbah cair berbahaya yang dilakukan tanpa proses pengolahan terlebih dahulu dapat menyebabkan

pencemaran pada air dan merusak ekosistem hingga membunuh makhluk hidup yang ada di dalamnya. Contoh

limbah industri cair adalah sisa limbah tempe, limbah tahu, sisa cairan pewarna makanan atau pakaian, sisa cairan

pengawet, air cuci bahan produksi, kandungan besi pada air, serta sisa-sisa bahan kimia lainnya.


2. Limbah Padat

Limbah padat dihasilkan dari proses pengolahan atau sampah dari kegiatan industri dan tempat-tempat umum.

Limbah industri padat dapat berupa limbah organik maupun limbah anorganik. Buangan sisa dari hasil kegiatan

industri yang tergolong ke dalam limbah padat tidak hanya sisa produksi yang benar-benar memiliki wujud padat

karena lumpur atau bubur juga tergolong ke dalam jenis limbah padat.

Limbah padat yang dibuang di air akan

menyebabkan pencemaran pada air tersebut serta dapat merusak atau bahkan membunuh ekosistem yang ada di

dalamnya. Kemudian jika limbah padat dibuang di daratan tanpa dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu akan

menyebabkan pencemaran lingkungan di wilayah tersebut. Beberapa contoh limbah industri padat, yaitu sisa bahan

pakaian, sampah plastik, potongan kayu, sisa bubur kertas, kabel, sisa bubur semen, dan besi.


3. Limbah Gas

Limbah gas merupakan sampah hasil buangan dari kegiatan industri yang berwujud molekul gas. Molekul gas akan

menjadi limbah jika memiliki jumlah yang berlebihan atau melebihi standar. Limbah ini akan menyebabkan

pencemaran udara yang akan memberikan dampak buruk bagi makhluk hidup jika tidak ditangani dengan baik.

Beberapa contoh limbah gas hasil industri, yaitu kebocoran gas, asap pabrik, pembakaran pabrik, kelebihan gas

metana, karbon monoksida, dan hidrogen peroksida.


4. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan salah satu jenis limbah industri yang memiliki kandungan

berbahaya dan beracun. Limbah B3 perlu ditangani secara khusus karena memiliki kandungan zat beracun yang

cukup tinggi. Pembuangan limbah B3 secara sembarangan, atau tanpa dilakukan proses pengolahan secara khusus

terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta membahayakan kesehatan makhluk

hidup.

Beberapa contoh kegiatan industri yang menghasilkan limbah B3, yaitu industri pengolahan minyak pelumas,

industri pengolahan semen, industri pengolahan bubur kertas, serta industri farmasi. Rumah sakit merupakan

lembaga pelayanan kesehatan yang memanfaatkan banyak produk dari industri farmasi. Karena itu, pengelolaan

sampah atau limbah rumah sakit perlu diperhatikan.



Berikut adalah 5 efek negatif limbah perusahaan terhadap kesehatan manusia:

1. Penyakit paru-paru. Limbah perusahaan yang terbakar dapat mengeluarkan asap yang mengandung partikel-

partikel beracun, seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida. Partikel-partikel ini dapat

masuk ke paru-paru manusia dan menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti asma, bronkitis, dan infeksi

paru-paru.


2. Penyakit kulit. Limbah perusahaan yang mengandung bahan-bahan kimia beracun dapat menyebabkn iritasi

kulit. Contohnya, limbah industri pengolahan logam dapat mengandung timbal yang dapat menyebabkan iritasi

kulit dan kulit kering.


3. Penyakit hati. Limbah perusahaan yang mengandung bahan-bahan kimia beracun dapat menyebabkan kerusakan

hati. Contohnya, limbah industri pengolahan logam dapat mengandung seng yang dapat menyebabkan kerusakan

hati jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.


4. Penyakit ginjal. Limbah perusahaan yang mengandung bahan-bahan kimia beracun dapat menyebabkan

kerusakan ginjal jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.


5. Penyakit otak. Limbah perusahaan yang mengandung bahan-bahan kimia beracun dapat menyebabkan kerusakan

otak. Contohnya, limbah industri pengolahan logam dapat mengandung timbal yang dapat menyebabkan

kerusakan otak jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Untuk menanggulangi masalah limbah, perusahaan harus menerapkan sistem penanggulangan sesuai dengan apa

yang terjadi.